Category Archives: Fauna

Gajah Sumatra (Elephas Maximus Sumatranus)

Gajah merupakan salah satu jenis mamalia darat terbesar yang sekarang ini hanya tinggal dua spesies yaitu, Gajah Afrika (Loxodonta Aficana) dan Gajah Asia (Elephas Maximus). Gajah Afrika tempat hidupnya di Afrika. Gajah Asia tersebar di daerah India, Malaysia, Thailand, Srilanka, dan Indonesia

Nenek moyang gajah pertama kali di temukan sekitar 60 juta tahun yang lalu yaitu pada zaman Eosen. Keturunan gajah bernama Moeritherium. Moeritherium di temukan di Mesir dengan ciri – ciri bentuk moncong yang tidak berbatang dan pendek seperti moncong tapir.
Gajah Sumatra (Elephas Maximus Sumatranus)

Gajah Sumatra (Elephas Maximus Sumatranus)

Mammuthus phimigenius mempunyai ciri yang yang menonjol yaitu mempunyai bulu yang tebal, panjang dan kasar yang berfungsi melindungi tubuhnya dari cuaca dingin. Dari ciri tersebut dapat di tebak bahwa spesies tersebut hidup di daerah dingin di Serbia. Pada zaman itu manusia menggambarkan mammut di atas dinding – dinding gua.

Dalam sejarah juga di katakan bahwa spesies elephas maximus berasal darAsia Selatan dari Hilmaya menuju Indochina dan Semenjung Malaya, China Utara berakhir di pulau di Yang – tze, berlanjut di Srilanka dan berakhir di Pulau Sumatra.Gajah Sumatra termasuk anak Gajah Asia yang ciri serta sifatnya tidak berbeda dengan gajah Asia lainnya.

Gajah Sumatra memiliki nama ilmiah Elephas maximus sumatranus tenminck,termasuk dalam Phylum Chordata, Sub Phylum vetebrata, kelas mamalia, Ordo Proboscidae ,famili Elephantidae ,genus Elephas ,Spesies Elephas maximus Linnaeus ,dan Sub Spesies elephas maximus sumatranus tenminck.

Ukuran tubhu Gajah Asia dewasa adalah 250 – 300 cm, panjang ekor 120 – 150 cm dan berat mencapai 5000 kg. Gigi gajah berbentuk pipih seperti piringan dan mempunyai formula susun : gigi seri, taring, premolar dan molar berjumlah 26 buah.

Belalai berfungsi sebagai tangan, alat penciuman, alat bernafas, dan alat komunikasi. Belalai di lengkapi dengan otot sejumlah lebih kurang 40.000 buah sehingga sangat elatis. Indera penciuman gajah sangat baik dan merupakan sangat penting, sedangkan indera penglihatan sangat buruk.

Sistem reproduksi gajah jantan terdiri dari testes yang tetap berada di rongga perut ,penis berbentuk seperti gandul yang apa bila keluar dapat menyentuh tanah . Namun pada ummunya penis ditarik

ke dalam kantong kulit yang mengarah ke bawah menyerupai vulva gajah betina .Gajah sumatera mempunyai dua buah puting susu yang terletah di antara kaki depan.

Pada waktu tertentu gajah jantan dewasa mengalami peningkatan produksi testostero yang menyebabkan terjadinya perubahan tingkah laku yang di kenal dengan istilah musth.Musth ditandai dengan meningkatnya sekresi kelenjar temporal yang hanya terdapat pada gajah dan terletak dikulit pada ossa temporalis, ditandai dengan keluarannya cairan kekuningan dan kental dari kelenjar temporal yang hanya terdapat pada gajah dan terletak di kulit pada ossa temporalis, di tandai dengan keluarnya cairan kekuningan dan kental dari kelejar temporal,urinas semakin meningkat, adanya gerakan ritmik kepala dan leher dan hewan sangat sulit di atasi.

Gajah betina sudah dapat bunting di mulai pada usia 15 – 16 tahun. Masa kandungan gajah sangatlah lama, sekitar 21 – 22 bulan.Pada prinsipnya setiap satwa memerlukan tempat tinggal,berkembang biak dan mencari makan sebagai tempat kebutuhan hidup. Tempat – tempat yang berfungsi seperti ini membentuk suatu kesatuan yang disebut dengan habitat. Gajah hidup di daerah – daerah berhutan dan bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya. Pada habitat asli gajah menyukai tempat tinggal berupa berhutan rapat dan daerah yang lebih terbuka dengan tumbuhan ruput atau semak. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, gajah selalu bergerak dalam suatu daerah jelajahnya.

Suatu populasi mempunyai kebutuhan untuk tumbuh dan berkembang, tetapi dapat menyusut jumlahnya hingga punah. Keadaan tersebut sangat di tentukan oleh kemampuan genetik dan adanya interaksi dengan lingkungan. Komponen – komponen lingkungan yang menahan pertumbuhan populasi sangat komplek dan saling berkaitan satu sama lainnya. Jumlah individu suatu populasi megalami perubahan – perubahan dari waktu ke waktu dengan laju pertumbuhan tertentu.

 

Sumber : FFI Aceh 2008

Iklan

Harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae)

Harimau sumatra hanya di temukan di Pulau Sumatra, Indonesia.Populasi liar harimau sumatra di perkirakan sekitar 400 – 500 ekor.Pada awalnya di Indonesia terdapat tiga jenis harimau yaitu harimau jawa (Panthera tigris sondaica) yang di perkirakan telah punah sekitar tahun 1972 dan harimau Bali (Panthera tigris baica), yang di perkirakan punah sekitar tahun 1937. Saat ini harimau sumatra merupakan satu – satunya jenis harimau yang terdapat di Indonesia.

Harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae)

Harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae)

Harimau sumatra adalah jenis harimau dari delapan jenis yang ada di dunia. Harimau sumatra jantan memiliki panjang rata -rata 92 inci dari kepala ke yang buntut dengan berat 300 pound. Betinanya rata – rata memiliki panjang 78 inci dan berat 200 pound. Belang harimau sumatra lebih tipis dari pada sub spesies harimau lain. Sub spesies ini juga memiliki lebih banyak janggut serta surau di bandingkan sub spesies lain, terutama harimau jantan. Ukurannya yang kecil memudahkannya menjelajahi rimba. Terdapat selaput di sela – sela jarinya yang menjadikan mereka mampu berenang cepat. Harimau ini di ketahui menyudutkan mangsanya ke air, terutama bile binatang beruang tersebut lambat berenang. Bulunya berubah warna menjadi hijau gelap ketika melahirkan.

Harimau sumatra hanya di temukan di Pulau Sumatra. Jenis kucing besar ini mampu hidup dimanapun, dari hutan daratan rendah sampai hutan pegunungan, dan tinggal di banyak tempat yang tak terlindungi.

Harimau sumatra dapat berkembang biak kapan saja. Masa kehamilan adalah sekitar 103 hari. Biasanya harimau betina melahirkan 2 atau 3 ekor anak harimau sekaligus, dan paling banyak 6 ekor. Mata anak harimau baru terbuka pada hari ke sepuluh. Anak harimau hanya minum air susu induknya selama 8 minggu pertama. Sehabis itu mereka dapat mencoba makanan padat, namum mereka masih menyusu selama 5 atau 6 bulan. Anak harimau pertama kali meninggalkan sarang pada umur 2 minggu, dan belajar berburu pada umur 6 bulan. Mereka dapat berburu sendirian pada umur 18 bulan, dan pada umur 2 tahun anak harimau dapat berdiri sendiri. Harimau sumatra dapat hidup selama 15 tahun di alam.

Harimau sumatra berfungsi untuk menjaga keseimbangan alam diantaranya dengan berfungsi untuk mengurangi hama babi yang mengganggu perkebunan masyarakat.Kereberadaan harimau sumatra terancam dari kehilangan habitat (tempat tinggal) dari penebangan dan pembukaan lahan serta pemburuan.

Beruang Madu

Dalam keluarga beruang,terdapap 8 jenis beruang di dunia yang hidupnya menyebar. Mereka di kenal sebagai Beruang kutub, beruang coklat, beruang hitam amerika,beruang andes, beruang panda, beruang sloth, beuang hitam asia dan beruang madu.

Beruang madu dalam istilah ilmu pengetahuan dikenal dengan nama Herarctos malayanus, yang berarti beruang matahari dari Malaya, dalam bahasa Inggris disbut Sun Bear, beruang madu adalah jenis beruang terkecil dari jenis beruang lainnya. Berat badannya berkisar antara 30 – 60 kg dengan panjang badan yang berkisar antara 100 – 120 cm. Walaupun ia yang terkecil, beruang madu memiliki lidah dan kuku depan yang terpanjang. Selain itu setiap ekor beruang madu dapat dikenali dari tanda di dadanya yang mempunyai bentuk, corak, dan warna yang khas.

Beruang Madu (Helarctos Malayanus)

Beruang Madu (Helarctos Malayanus)

Lidah dan kuku panjang digunakan untuk mencari makanan, sebab beruang madu sangat suka memakan berbagai jenis serangga seperti rayap dan ulat kumbang yang hidup dalam kayu lapuk. Ia juga sangat suka sekali makan madu. Dengan taring dan kukunya, ia dapat dengan mudah membongkar kayu untuk mencari sarang lebah atau kelulut yang tersembunyi di dalam batang pohon.

Selain itu, beruang madu sangat suka makan buah – buahan, bila pada musimnya, mereka paling suka makan buah durian, cempedak dan beragam buah lainnya. Bahkan kadang – kadang ia makan beberapa jenis bunga. Jadi walau beruang madu tergolong  dalam keluarga karnivora (pemakan daging) sebetulnya ia adalah satwa omnivora (seperti manusia).

Beruang madu hanya terdapat di Asia Tenggara. Mereka hanya ada di hutan hujan tropis di bagian timur India, Banglades, Burma, Laos, Thailan, Kamboja, Vietnam, Malaysia, di Pulau Sumatera dan Borneo  (termasuk Kalimantan, Brunei, Sabah dan Serawak).

Beberapa catatan terdahulu menunjukan bahwa beruang madu pernah ada ditemukan di Tibet bagian timur, Cina Selatan dan Pulau Jawa. Namun telah punah akibat hutan di daerah tersebut telah punah akibat hutan di daerah tersebut telah rusak dan adanya pemburuan beruang  oleh manusia.

Di habitat alaminya, beruang madu memiliki wilayah jelajah yang cukup luas. Dari penelitian yang pernah dilakukan, luas hutan yang dibutuhkan oleh beruang madu, diketahui untuk satu ekor betina sekitar 500 Ha, dan luas untuk satu ekor jantan sedikitnya 1.500 Ha. Luasnya wilayah jelajah yang dibutuhkan sangat tergantung dari ketersediaan sumber makanan.

Beruang madu hidupnya diurnal, yang berarti aktif pada siang hari, tetapi sering juga tidur sejenak pada siang hari. Belum banyak yang diketahui bagaimana pola sosial beruang madu. Data yang ada menunjukan bahwa mereka merupakan satwa yang hidup menyendiri, sama halnya dengan jenis beruang lain.
Kelompok beruang madu yang sering ditemukan di hutan hanya induk dengan anaknya (satu anak yang dilahirkan setiap 2 atau 3 tahun). Terkadang pada saat musim buah yang besar dapat saja mereka terlihat dalam kumpulan.

Beruang madu sangat berperan dalam meregenerasi hutan sebagai penyebar biji buah – buahan dan terkenal sebagai pemanjat pohon yang ulung. Sifatnya pemalu, hidup soliter/penyendiri, aktif di siang hari dengan kebutuhan wilayah jelajah yang luas. Beruang madu adalah satwa yang dilindungi, statusnya terancam punah dan hanya ditemukan hidup di hutan hujan tropis Asia Tenggara. UU Pemerintah Indonesia No.5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati (BKSDA) dan Ekosistemnya, telah melindungi beruang madu di Indonesia.

Beruang Madua atau Sun Bear adalah beruang terkecil di dunia, tingginya sekitar 4 kaki (1,2 meter). Mereka tinggal di daerah hutan hujan tropis di Asia Tenggara. Beruang madu merupakan hewan omnivora yang memakan berbagai jenis tanaman dan hewan. Saat ini beruang madu terancam punah karena berkurangnya habitat mereka akibat pemburuan liar, baik untuk diambil dagingnya atau kepentingan medis.

 

Sumber : FFI Aceh, Kumpulan Informasi Menarik Tetang Beruang Terkecil di Dunia.

Kukang (Bue Angen)

“Si ekor pendek yang berjalan dan memanjat perlahan”

Kukang atau dalam bahasa Aceh disebut Bue angen memiliki panjang kepala hingga tubuh 199 – 275 mm dengan ekor sepanjang 13 – 25 mm dan panjang kaki belakang 48 – 63 mm dan berat badan 220 – 610 gr. Warna umumnya bervariasi dari coklat abu – abu hingga coklat kemerahan, dengan garis coklat dari bagian atas kepala hingga bagian tengah punggung atau pangkal ekor. Jenis ini memiliki lingkaran seperti cincin berwarna gelap yang mengelilingi mata serta hidung berwarna putih. Mata memancarkan cahaya kemerahan pada malam hari. Bulu halus dan lebat.

Kukang (Nycticebus Coucang / Slow loris)

Kukang (Nycticebus Coucang / Slow loris)

Jenis ini dapat di jumpai di beberapa negara di antaranya Bangladesh, Brunei Darusallam, Burma, Camboja, India, Indonesia, Laos, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Di Indonesia jenis ini terdapat di Sumatra, Jawa dan Kalimantan.

Kukang adalah jenis hewan nocturnal dan biasanya arboreal pada pohon yang berukuran kecil dan sedang. Jenis ini adalah pemakan buah – buahan tapi kadang – kadang makan serangga, daun dan telur burung. Kukang biasanya minum dengan cara membengkokan sumber air dan menjilatnya. Jenis ini tidur dengan posisi duduk atau berbaring atau miring. Kukang akan merenggangkan tubuhnya ketika cuaca sedang panas. Pada siang hari biasanya kukang beristirahat pada lubang pohon atau pada pucuk rumpun bambu.

Kukang bergerak sangat lambat dan berpindah dari pohon ke pohon di antara cabang. Jenis ini dapat bergantungan dengan satu atau kedua kaki dalam waktu yang cukup lama.Kukang biasanya hidup di hutan primer maupun hutan sekunder serta perkebunan. Kebanyakan jenis ini hidup soliter.

Kukang jantan memiliki wilayah sebaran yang overlap dengan betina dan sangat teritorial sehingga tidak akan membiarkan jantan lain memasuki wilayahnya. Bayi kukang biasanya bergantung pada vetrum betina, bahkan pada saat betina sedang bergerak. Bayi kukang mulai aktif bergerak pada usia 6 – 8 minggu dan sesudah minggu ke 16, bayi kukang lebih mandiri meskipun masih berhubungan dengan ibunya.

Kukang biasanya memiliki satu anak, tapi kadang – kadang kembar. Kukang betina memasuki periode pubertas pada usia 18 – 24 bulan, sementara periode pubertas jantan lebih cepat dari betina

Referensi :

Ehrlich, A. and Macbride, L. 1989. Mother – infant interactions in captive slow lorises (Nycticebus caucang). American Journal Of Primatology. Vol. 19,217 – 228

FFI Aceh

Kedih (Reungkah)

Kedih (Reungkah ) adalah sejenis monyet atau lutung berekor panjang yang sebagian hidup terrestrial (diatas tanah) dan memiliki panjang badan antara 420 – 610 mm, ekor berukuran 500 – 850 mm dan berat antara 5.0 – 8.1 kg.Tubuh bagian atas berwarna abu – abu atau kehitaman dan bagian berwarna putih,ada jambul yang jelas diatas kepala dan bercak putih didahi.Pipi berwarna gelap,tangan dan kaki hitam.Jenis kedih terdapat di Sumatera bagian utara termasuk Aceh.

Reungkah atau Kedih

Reungkah atau Kedih

Kedih betina dapat melahirkan sepanjang tahun.Jenis primata yang hidup berkelompok antara 3 – 21 ekor, sebagian kelompok hanya terdapat satu jantan sehingga diasumsikan kedih hidup secara poligamus

Makanan utama kedih adalah buah – buahan, serangga, bunga cabang bahkan kadang – kadang tanah. Jenis daun yang sering dikonsumsi kedih diantaranya Gnetum latifollum, Paranephelium nitidum, Quercus sp, sedangkan tumbuhan buah diantaranya Dysoxylum spp, Cnestis platantha, dan Scorodocarpus borneensis.
Konsumsi air biasanya doperoleh dari makanan, tapi terkadang primata ini terkadang minum dari lobang pohon atau sungai – sungai yang kecil.Jumlah individual dalam satu kelompok kedih bervariasi antara 3 – 21 ekor. Kegiatan rutin kedih pada siang hari adalah beristirahat sesudah makan. Kedih biasanya di jumpai pada cabang tengah pohon bahkan di tanah. Tempat tidur pada malam hari baiasanya pada pohon yang tinggi mendekati pucuk, sementara tempat tidur pada siang hari umumnya diantara cabang pohon yang rimbun.Predator utama jenis ini adalah macan kumbang (Neofelis nebulosa), Harimau (Panthera tigris), dan ular piton (Python reticulatus).Presbytis thomasi hanya di jumpai di bagian utara Pulau Sumatera termasuk Aceh. Kedih adalah jenis primata yang sangat menarik dan pintar. Jenis ini sangat bermanfaat dalam membantu  regenerasi tumbuhan hutan terutama dalam menyebarkan biji buah hutan.

Sumber : FFI Aceh