Gunung Halimon

Mistis, satu kata yang paling sering dikaitkan dengan Gunung Halimon. Gunung yang terletak Blang Pandak,Kecamatan Tangse,Pidie ini konon orang sering menyebutnya gunung para aulia.Di puncak Gunung Halimon tersebut Muhammad Hasan Ditiro memploklamirkan Aceh Merdeka pada tanggal 4 Desember 1976.Boleh percaya, boleh tidak. Untuk sedikit pembuktian coba saja melakukan pencarian dengan kata kunci Gunung Halimon di Google. Saya sendiri menemukan banyak cerita mistis yang dialami para pendaki ketika melakukan ekspedisi di gunung ini. Namun bukan pendaki gunung namanya kalau menghindari pendakian gunung hanya gara-gara mitos seputar mistis.

Gunung Halimon di lihat dari desa Blang Pandak.

Gunung Halimon di lihat dari desa Blang Pandak.

Gunung Halimon terletak dikawasann Tangse kabupaten Pidie dengan ketinggian  1803 mdpl dengan koordinat 050 03’ 38,8’ Lintang Utara,0960 00.00,8 Bujur Timur, dengan suhu berkisar antara 30c sampai dengan 40c berbatasan dengan sebelah timur dengan Gle Leuhop,sebelah barat dengan panton Rasi, sebelah utara dengan Gle Meureuseu,dan sebelah selatan dengan desa Blang Pandak. Gunung Halimon belum memiliki rute pendakian yang biasa digunakan para pendaki. Kami Team Ekpedisi Mapala Jabal Everest membuat rute sendiri melalui Blang Pandak,pertama kami melewati panton rasi langsung ke kaki Gunung Halimon.

Jalan bebas hambatan ke panton rasi

Jalan bebas hambatan ke panton rasi

Perjalanan saya mulai dari sekretariat Mapala Jabal Everest melewati Kota Bakti , disambung perjalanan darat Gle Gapui – Tangse  ± 2 jam menggunakan sepeda motor. Untuk sampai di Blang Pandak, saya dan tim masih harus jalan – jalan berliku,kadang – kadang ada juga jalan yang sudah longsor.maklum Tangse daerah rawan longsor. Kebetulan kami malam di sertai dengan derasnya hujan dalam perjalanan,sungguh perjalanan yang cukup melelahkan.

Jam menunjukkan sekitar pukul 20.00 WIB ketika saya menginjakkan Pulo Seunong,kami menginap di rumah family salah satu anggota team saat itu. Hawa sejuk angin pegunungan terasa begitu dingin menyapa kulit. Sambil melakukan sedikit penyesuain diri dengan cuaca pegunungan, saya dan team menikmati hidangan nasi sambel super pedas yang dibawa dari kota Tangse. Kegiatan pendakian kami ke Gunong Halimom beranggotakan tujuh (7) pendaki dari Mapala Jabal Everest,Muhajir,Safrizal,Benny,Safrizal,Hafizd,Ismunandar,Safrida dan saya sendiri Almahdi.sebelum melakukan pendakian seperti biasa para pendaki mempersiapkan segala keperluan pendakian seperti alat – alat navigasi yang terdiri dari kompas,peta,GPS dan sebagainya dan juga mempersiapkan logistic yang diperlukan.

wajah - wajah garang pendaki Halimon..

wajah – wajah garang pendaki Halimon..

Pendakian diawali pada pukul 08.00 Wib dimana start pertama dari Blang pandak sebuah kampung yang berada di kaki gunung tersebut,kami menuju panton rasi kira – kira jarak tempuh lebih kurang 6km,Panton rasi merupakan tempat para penduduk desa mencari nafkah dengan cara bertani.pada saat dalam perjalanan banyak kami jumpai tumpukan kayu hasil penenbangan liar (ilegal logging),padahal pada saat itu pemerintah baik tingkat propinsi maupun kabupaten sedang gencar melarang penebangan liar,apalagi dilakukan dalam kawasan hutan lindung.perjalanan terus kami lanjutkan hingga sampai ke kebun warga,kebun yang terletak pas di kaki gunung Halimon dan kamipun rehat sejenak sambil menikmati sebatang cigaret 234,tiap istirahat anggota team terlihat selalu gembira,tertawa walau terasa lelah.

Suasana di kebun terakhir..

Suasana di kebun terakhir..

Banyak yang bilang Gunung Halimon rute tidak cocok untuk pendaki karena tidak ada jalur pendakian. Saya sudah mulai ngos-ngosan di awal pendakian. Kedua kaki saya rasanya berat sekali untuk digerakkan karena jarak tempuh dari Blang Pandak ke kaki Gunung Halimon kurang lebih 6 km perjalanan kaki. Beban tas carrier dipunggung tiba-tiba bertambah berat. Jantung rasanya mau copot, beradu cepat dengan irama nafas memompa oksigen ke seluruh tubuh. Siang menjelang ketika rombongan saya tiba di Alur Pisang (Alue Pisang) kami beri naman,karena banyak di tumbuhi pisang monyet. Kami beristirahat dan mempersiapakan makan siang diantara lebatnya hutan halimon.

Setelah selesai makan pendakian kami lanjutkan,pembukaan jalur pendakianpun kami lanjutkan sambil menikmati indahnya panorama alam yang masih belum terjamah oleh para penebang liar (ilegal logging).Sekitar pukul 16.00 WIB akhirnya kami tiba juga di tempat yang landai yang merupakan selter terakhir bagi kami sebelum mencapai puncak. Kami mendirikan tenda . Di sana kabut merusak pandangan kami. Sebelum beristirahat, teman-teman saya terlebih dulu menyiapkan makan malam dengan menu nasi putih dan ikan goreng dicampur sardines untuk mengganti energi yang hilang selama pendakian.Semoga rencana menuju puncak tidak akan gagal walaupun hujan masih menetes dari langit membasahi bumi.

Selter terakhir menuju puncak..

Selter terakhir menuju puncak..

Pagi itu kami hanya berdiam saja di tenda setelah sarapan sambil berharap kabut akan akan segera hilang. Penantian kami tidak sia-sia. Langit akhirnya menampakkan warnanya yang biru. Awan-awan dan kabut yang menyelimuti dari pagi hari akhirnya menyingkir. Kesempatan itu tidak kami sia-siakan untuk melakukan pendakian ke puncak. Hanya butuh waktu sekitar 6 jam dari selter menuju puncak Halimon. Gunung Halimon sendiri memiliki 2 puncak kalau kita lihat dari Blang Pandak. Di antara dua puncak ini, Puncak yang kami capai merupakan puncak tertinggi dengan ketinggian 1083 mdpl.

Bendera kebanggan JE berkibar di Puncak Halimon.

Bendera kebanggan JE berkibar di Puncak Halimon.

Saat berada di puncak, hujanpun turun kembali. Cuaca di Gunung Halimon memang agak sulit ditebak pada saat pendakian itu. Dengan pertimbangan cuaca itu ditambah keadaan fisik yang masih kurang fit akhirnya kami memutuskan kembali. Perjalanan turun kadang membutuhkan waktu yang lebih cepat dari pada perjalanan naik. Namun dibutuhkan kehati-hatian yang lebih karena medan yang cukup curam dan licin. Di beberapa lokasi, rute yang harus dilalui bahkan sangat licin apalagi hujan.Di sepanjang perjalanan, mata akan disajikan pemandangan panorama alam yang tampaknya masih cukup lestari di Gunung Halimon.

Menikmati indahnya ciptaan Tuhan..

Menikmati indahnya ciptaan Tuhan..

Dengan perjuangan yang cukup melelahkan, kami tiba dengan selamat tanpa kekurangan apapun di Blang pandak sekitar pukul 16.00 WIB. Di balik semua kisah mistis dan misterinya ternyata Gunung Halimon memiliki keindahan pemandangan yang sungguh luar biasa. Indonesia itu memang indah kawan.

 

By : Almahdi

Iklan

Posted on 27 Juli 2014, in Adventure. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s